Seribu Mil Lebih Sedepa

Menyimak alam.. jiwa yang tenang (by Abah Iwan)

SERIBU MIL LEBIH SEDEPA

Gubuk sunyi di pinggir danau
Diam-diam tersenyum dipeluk mentari senja
Yang juga nakal meraba-raba ujung bunga rerumputan
Lagu alam memang sunyi, sayang

Apalagi sore ini, sore ini sore Sabtu. Sore biasa kita berdua
Membelai mentari senja di ujung jalan Bandung utara
Mentarinya yang ini juga, sayang

Cuma jarak yang memisah kita
Seribu mil lebih sedepa
Seribu mil pun lebih sedepa
Lagu alam memang sunyi.. mmm..

Lagi pula bukan puisi
Cuma bahana yang diam-diam
Lalu bangkit dari dalam hati
Lagu alam memang sunyi, sayang

Kini jarak yang memisah kita
Seribu mil lebih sedepa
Seribu mil pun lebih sedepa
Gubuk sunyi di pinggir danau.. mmm..

ONE THOUSAND MILES WITH A FATHOM MORE

Quiet hut at the edge of a lake
Secretly smiling embraced by the twilight sun
Which also naughtily fondles
the tip of a grass flower
The song of nature is indeed silent, my dear

Especially this…

View original post 424 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s